
Hampir tiba saatnya orang mulai untuk kembali nulis jurnal, pergi ke gym, dan bikin resolusi tahunan—yang nggak pernah diselesaikan itu. Oh, kamu juga kayak gitu? Mungkin kamu udah harus coba untuk bikin satu resolusi aja setiap tahunnya, seperti yang biasanya saya lakukan.
Tahun lalu, di resolusi 2024 saya bilang kalau ingin berbagi dengan lebih jujur. Di akhir kalimat dari resolusi saya bunyinya:
Apa yang dari hati akan sampai ke hati.
Dan benar saja, tahun ini saya tidak banyak membuat konten yang ditujukan untuk menarik trafik. Saya berbagi konten tentang apa yang saya suka. Tentang apa yang membuat saya nyaman membagikannya. Kalau kamu sudah berteman dengan saya secara daring di Instagram dari 3 tahun belakangan ini, mungkin kamu menyadari perbedaan pola konten yang saya unggah di akun-akun media sosial saya.
Selain menjadi jujur, ternyata di 2024 juga terasa menjadi tahun dengan versi diri paling egois yang pernah saya lalui sepanjang hidup. Mulai dari hanya mau mengerjakan hal-hal yang saya suka, hingga memilih untuk hanya dekat dengan orang-orang yang memberikan makna hidup bagi saya—tentunya dengan meng-cut mereka yang membawa vibe negatif. Kalau kamu yang membaca tulisan ini merasa saya menjauh—maaf ya—artinya memang begitu adanya.
Tahun ini saya memilih untuk memulai hobi baru, bermain alat musik. Saya sempat membeli gitar Yamaha APX-600 sebagai perwujudan niat saya untuk masuk dan belajar hal yang sempat saya benci. Iya, saya sempat benci musik. Kapan-kapan akan saya ceritakan kenapa saya benci dan bagaimana tiba-tiba saya bisa jatuh cinta. Tolong tagih saya suatu saat nanti.
Pekerjaan? Sangat menantang! Dilibatkan dalam 3 brand yang semuanya memberikan keleluasaan untuk memainkan peran marketer secara utuh, kata apa lagi yang bisa saya sampaikan selain menantang? Tahun depan saya akan mencoba untuk eskalasi agar 3 brand ini menjadi awal dari visi tim Akarmula untuk membangun 10 brand yang selamanya saling mendukung untuk menghadirkan lebih banyak hal bermanfaat bagi semua orang.
Kalau boleh dinilai, buat saya tahun ini 8/10. Saya cukup puas, saya cukup bangga.
Kenapa cuma 8? Jawabannya ada di resolusi 2025.
Seperti tradisi sebelum-sebelumnya. Saya hanya akan menulis satu resolusi untuk tahun depan, yaitu:
Being here and now.
Di tahun 2025, saya akan berusaha untuk hadir lebih utuh. Menikmati apa yang dimiliki. Menjalani dengan suka cita apa yang saya minati.
Satu alasan kenapa ini menjadi resolusi yang menurut saya patut untuk dicapai di tahun depan adalah karena saya merasa ngeri dengan berlalunya waktu begitu saja setelah usia 30 tahun. Ditambah dengan teknologi yang bikin segalanya jadi cepat, saya jadi dua kali lebih khawatir tidak menikmati apa yang saya minati.