
Nggak ada orang yang benar-benar tahu apakah yang ia sedang lakukan itu sudah tepat atau belum. Makanya ada yang namanya metrik ukuran. Kalau tumbuh artinya tepat, kalau diam di tempat artinya perlu ada yang ditata ulang. Berarti juga kudu dicoba dulu baru tau tepat atau belum.
Cara ini yang saya terapkan di 4 aspek hidup: health, wealth, head, and heart. Pertumbuhan keuangan, pertumbuhan kesehatan, pertumbuhan pemahaman tentang hal-hal di sekitar saya, sampai ke gimana cara saya memahami orang yang saya kasihi.
Apa maksudnya? Mari saya jelaskan.
Ada investment advisor yang bilang mending kamu invest di saham X daripada Y. Tapi advisor lainnya bilang mending di saham Z aja. Faktanya, mereka tidak benar-benar tahu kalau X lebih baik daripada Y, atau Z. Secara pengalaman dan keilmuan, mereka punya kemampuan untuk menghitung tumbuhnya X, Y dan Z. Tapi apakah akan selalu tumbuh seperti yang diharapkan?
Belum tentu. Untuk mencapai level finansial tertentu perlu diukur, dievaluasi, dan disusun ulang komposisi investasinya secara berkala.
Buat kamu yang mau mulai gym tapi bilang "ngga mau ah, nanti badannya besar kayak tukang pukul", trust me, membangun badan yang besar nggak semudah itu. 22 bulan saya latihan konsisten 6 hari seminggu di gym, minum 17 kaleng whey protein dan kreatin tapi badan saya baru sampai segini-segini aja.
Meskipun "segini-segini" aja, saya tetap merasakan ada pertumbuhan. Mulai dari bentuk yang membaik, sampai manfaat langsung seperti jadi jarang kelelahan. Semuanya nggak saya dapatkan dalam satu kali angkat beban.
Menurut daerah A, aktivitas X itu hal yang boleh dilakukan. Sedangkan daerah B melarang dan menganggap itu adalah hal yang tabu. Apakah orang-orang di tempat A lebih benar daripada B karena mengijinkan kita melakukan aktivitas X?
Kadang saya marah karena saya tidak ingin orang yang saya kasihi berada di dalam kondisi sulit. Apakah yang saya lakukan benar? Jangan-jangan kondisi sulit ini yang dibutuhkan agar orang yang saya kasihi punya kesempatan untuk bertumbuh menjadi lebih baik.
See? Kita nggak pernah tahu apa yang kita lakukan sudah benar atau belum. Hal yang membuat kita merasa benar adalah jika apa yang kita lakukan membawa kebaikan atau pertumbuhan—growth. Untuk kita tahu apakah kita tumbuh, perlu diukur secara berkala.
Ini yang jadi dasar kesimpulan saya tentang growth recipe. Hal yang mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan karena kita sering merasa tidak yakin apakah kita sudah benar melakukannya—atau simply karena kita nggak sabaran aja.
Growth recipe menurut saya adalah: berani coba, konsisten, datang terus, ukur, coba lagi dengan lebih cerdas.