Hidup ini terlalu singkat untuk coba-coba kopi yang nggak enak.
Kayaknya ini deh yang jadi alasan Space Roastery selalu serius ketika melakukan development untuk lini biji kopi mereka. Apa-apa yang mereka buat selalu nikmat di lidah dan di mata. Bukan cuma urusan rasa, tapi seluruh pengalaman—packaging, in-store experience, online purchase—terasa lengket satu sama lain.
Saya yakin kamu sepakat kalau di Space, sambil merem cap-cip-cup juga kopinya pasti enak. Tapi boleh lah ya di tulisan kali ini saya mau ulas 5 pilihan biji kopi dari Space Roastery yang menurut saya—personal ya ini—rasanya yahud dan patut kamu coba. Let’s go?

Masuk di dalam kuadran Complex Flavor & Sweet. The Forbidden Flower bakal ajak indera perasa dan penciuman kamu ke ladang bunga. Kalau nggak salah, aroma yang muncul adalah Jasmine. Waktu dicecap pertama kali, ada juga rasa masam khas jeruk nipis yang merambat di lidah.
Buat saya, beans ini cocok disajikan hangat. Diminum di pagi hari sebelum berangkat kerja atau sore selepas beraktivitas. Rasa lembut dan wangi bikin setiap sesapan membawakan momen yang tenang dan santai.
Link pembelian: The Forbidden Flower

Emang yang ‘terlarang’ itu kadang bikin penasaran. Pertama kali cobain beans ini di Enyui, coffeeshop daerah Palagan Yogyakarta yang kadang menyediakan beans-beans pilihan dari berbagai roastery serius.
Dibanding yang flower, rasa yang ada di sini terasa lebih masam seperti strawberry dan apple. Itu dia kenapa untuk beans yang ini saya rekomendasikan untuk diseduh Japanese (metode seduh untuk iced coffee). Karena dengan begitu rasa masam tadi akan terasa lebih segar. Cocok diminum di siang yang terik!
Link pembelian: The Forbidden Fruit

Lagi-lagi beans wangi dan fruity. Tapi kalau dua beans sebelumnya untuk filter coffee, kali ini gantian untuk espresso yang tampil. Flower Power jadi beans andalan saya kalau bikin mocktail yang berbahan kopi. Rasanya yang cenderung segar mudah bergaul dengan bahan-bahan lain seperti tonic water dan sirup-sirupan.
Bisa nggak dibikin pakai susu? Bisa, tapi saran saya kalau mau bikin sajian white mending pilih beans yang setelah ini.
Link pembelian: Flower Power

Seingat saya ini biji kopi blend specialty pertama dari Space Roastery. Body-nya yang ringan dan rasanya yang balance bikin Originutt enak untuk dibawa ke mana-mana. Saya sendiri pakai beans ini untuk dibuat sajian white. Ada sih beans Milky Way-nya Space, tapi lagi-lagi ini personal dan faktor kebiasaan. Jadi saya akan tetap pakai Originutt untuk enjoy kopi-kopi white.
Link pembelian: Originutt

Bodynya yang cenderung tebal dan rasanya yang asam bikin karakter Ice Breaker cocok untuk sajian—ya kamu pasti udah tahu—iced coffee. Ini holy grail saya kalau untuk bikin iced americano.
Link pembelian: Ice Breaker
Minum kopi itu seperti melakukan sebuah ritual. Setiap orang punya cara melakukannya sendiri-sendiri. Tapi dengan memilih beans dan peralatan yang benar, kita bisa mendapatkan ‘kekhusyukan’ dalam melakukan ritual tersebut.
Lihat juga: Daftar perintilan coffee bar tools rumahan
Semoga 5 beans dari Space Roastery yang saya kurasi secara personal ini bisa membantu ibadah menyeduh kopi-mu setiap hari.
Oh ya, saat tulisan ini dibuat Space Roastery sedang merayakan ulang tahun ke-8. So, sekalian aja saya mau ucapkan panjang usia pencipta kopi enak!
See you in the next post!
“Latihan boxing terus kira-kira mau kubuat apa, ya?”
Pertanyaan ini tiba-tiba muncul pas saya lagi pup di toilet gym. Karena memang dasar anaknya suka coba hal baru, ditambah kalau udah nyoba sesuatu penginnya masuk lebih jauh sekalian, akhirnya ada satu jawaban yang muncul bareng sama suara “plung” yang diikuti rasa lega.
Jadi lah mulai hari ini saya ubah pola latihan. Dari yang semula latihan hypertrophy (bahasa manusianya: latihan untuk bentuk otot), jadi split ke 4 latihan: power, max strength, general strength, dan endurance.
Setelah terbiasa 1 tahun latihan otot, lalu 7 bulan ini mix antara fight dan otot, pola latihan yang baru ini sepertinya nggak akan terasa berat.
Baca juga: Pola latihan untuk pemula, dari tanpa alat hingga masuk gym pertama kali.
Daripada khawatir sama pola latihan yang harus berubah, saya justru cemas dengan adanya potensi cedera sebelum fight yang disebabkan karena latihan. Ini dia yang jadi tantangan di pola latihan kali ini.
Di sini lah enaknya kalau tau kondisi badan dan tujuan kita latihan untuk apa. Supaya bisa meningkatkan 4 aspek latihan, ditambah menjaga supaya nggak terjadi cedera, saya sudah buat program latihan pribadi untuk 3 bulan ke depan. Kurang lebih seperti ini pola latihannya:

Kalau diperhatikan, ini sedikit berbeda dari pola latihan yang pernah saya share sebelumnya. Fokus pada pola latihan kali ini adalah untuk menguatkan 4 aspek dalam satu kali jalan di dalam siklus tertentu.
Setelah browsing sana-sini, akhirnya saya ketemu sama satu metode latihan yang cukup efektif. Namanya adalah metode Mesocycle Structure. Metode ini sangat cocok untuk kita yang memang punya tujuan bertanding di beberapa waktu yang akan datang dan memerlukan latihan spesifik di aspek tertentu.
Lalu, karena saya menghindari yang namanya cedera menjelang pertandingan, sebisa mungkin saya kombinasikan dengan metode deload dan pengaturan tingkat intensitas. Semakin mendekati waktu pertandingan, intensitas akan dibuat semakin ringan namun dengan jumlah repetisi yang lebih banyak.

Bagaimana sih cara mengkategorikan latihan intensitas berat, moderat, dan ringan? Saya menganut rule of thumbs yang berikut ini:
Melakukan gerakan dengan beban yang berat, namun dengan jumlah repetisi kecil. Biasanya saya hanya akan melakukan 3 hingga 6 repetisi saja.
Kalau di level ini, kita menggunakan beban sekiranya kita bisa melakukan gerakan dengan 8 hingga 10 repetisi.
Selanjutnya level paling ringan adalah kita bisa melakukan gerakan 12 hingga 15 repetisi.
Mungkin segini dulu aja sharing kali ini saya mau balik latihan lagi, kita ketemu di bulan Oktober 2024, ya! 💪🏼
Ding
Ada notifikasi masuk. Mata saya langsung menuju ke smartwatch yang saya pakai. Ulangi ini selama seharian penuh, maka saya akan kehilangan banyak fokus—tentunya kehilangan waktu produktif juga.
Hampir mengonggok begitu saja, akhirnya ia dirawat oleh istri saya. Waktu ditanya kenapa saya sudah tidak menginginkan jam tangan ini, dengan yakin saya langsung bilang: annoying. Untuk menjelaskan jawaban yang mungkin bikin pencinta Apple Watch sakit hati ini, mungkin saya akan coba tarik terlebih dahulu ke bulan November tahun 2022, tepatnya 5 hari setelah saya ulang tahun.
Saya suka jam tangan. Biasanya saya beli jam tangan untuk menandai sebuah titik pencapaian atau titik permulaan. Untuk kasus Apple Watch, ini adalah sebuah permulaan. Pada hari saya membeli jam tangan tersebut, ada satu hal yang meyakinkan saya untuk benar-benar menginginkannya: yaitu fitur Fitness.
Untuk saya yang baru akan fokus memperbaiki kebugaran tubuh, fitur Fitness jelas sangat membantu. Ini adalah suatu fitur yang memungkinkan kita untuk mencatat aktivitas kita setiap hari, mulai dari jumlah kalori terbakar, durasi olahraga, sampai durasi kita berdiri, semua tercatat dengan baik. Fitur ini saya butuhkan karena di tahun yang sama saya punya satu goal yang harus tercapai—punya badan yang lebih fit.
Awalnya, ini sangat membantu. Saya juga jadi merasa lebih keren—cuma merasa ya, keren beneran sih belum tentu. Kayak tech savvy person banget gitu. Strap jam-nya juga bisa diganti-ganti berdasarkan occasion. Mau mode formal, mau olahraga, bisa banget.
Long story short, saya sudah lewati fase 90 hari terhubung ke fitur Fitness. Setiap hari saya berhasil close the ring (Istilah saat 3 cincin utama pada fitur tersebut berhasil kita penuhi targetnya). Artinya olahraga bukan lagi jadi sebuah habit bagi saya, tapi sudah jadi lifestyle. Sampai di sini sebenarnya untuk menyudahi penggunaan Apple Watch sudah bisa saya lakukan. Tapi saya masih sulit untuk melepaskannya. Kenapa? Saya kecanduan notifikasi.
Melewati 90 hari adalah acuan saya untuk menciptakan sebuah kebiasaan baru dalam hidup saya. Ini biasa saya terapkan setelah saya membaca yang namanya 21/90 rules. Dimana selama 21 hari melakukan hal yang sama, kita akan membentuk habit. Selanjutnya jika dilakukan selama 90 hari maka akan menjadi sebuah gaya hidup.
Ternyata, tanpa saya sadari selama membangun habit 90 hari dengan fitur Fitness, saya juga terpapar kebiasaan mengonsumsi notifikasi secara real-time. Sedikit informasi, saya merasa cukup terganggu ketika rata-rata screen time di handphone saya melebihi 4 jam. Setelah saya cek ulang, peningkatan screen-time terjadi setelah saya menggunakan smartwatch.
Ding
Setiap ada notifikasi saya lihat pergelangan tangan, lalu mencari handphone, membuka kuncinya, dan langsung cek notifikasi tersebut. Mau itu di kantor, mau itu di gym, notifikasi menyita perhatian saya. Saya mulai kehilangan kendali atas waktu produktif yang saya miliki. Ini benar-benar membuat saya terganggu.
“Tapi kamu kan bisa atur notifikasi yang masuk. Bisa juga nyalakan mode Focus.”
Duh! Lagi-lagi harus melakukan pengaturan bla bla bla sebelum aktivitas setiap hari. Untuk sebagian orang mungkin itu membantu. Tapi untuk saya ini membuang waktu. Nanti dulu deh, saya benci ribet.
Akhirnya, saya melepaskan kepemilikan Apple Watch yang sudah menemani saya mencapai fitness goal selama ratusan hari belakangan. Sangat membantu! Tapi sayang, sepertinya fitur lainnya kurang pas untuk saya.
Oh ya, untuk mengubah habit konsumsi notifikasi yang right here right now tentu bukan hal mudah. Sama saja saya butuh 90 hari lagi untuk menghilangkan kebiasaan yang sudah saya lakukan selama satu tahun.
Tulisan kali ini mungkin lebih tentang pengalaman personal saya. Setiap orang punya pengalaman-nya masing-masing. Semoga ada sesuatu yang bisa kamu ambil dari apa yang saya ceritakan di sini. Ambil yang baik, tinggalkan yang buruk.
Cheers!
Hari ke-755 menjalani gaya hidup lebih sehat. Tanpa sadar ini mengubah semua kebiasaan yang saya miliki.
Buset, lu serius ngitungin hari sampai 700an gitu?
Betul, karena seru aja punya catatan tentang perjalanan mencapai hal yang sedang saya perjuangkan.
Saya bagi proses gaya hidup sehat ke dalam dua bagian: bagian pertama adalah saat saya belajar adaptasi dengan cara menjaga disiplin latihan selama 365 hari tanpa gym. Bagian kedua adalah saat saya mulai berlangganan gym, yang mana saat tulisan ini dibuat adalah hari ke-390.
Bangun pagi, berangkat ke gym, makan bersih, konsumsi rendah gula, semua bukan hal yang saya rencanakan, tapi anehnya, semua hal yang kata orang sulit dilakukan, di saya berjalan dengan mudah. Anehnya lagi saya ketagihan karena merasa berbagai aspek di hidup saya—hormonal, bentuk badan, cara berpikir—menjadi lebih baik.
Tulisan kali ini berisi sebuah proses bagaimana cara saya memulai, cara saya menjaga konsistensi, sampai ke olahraga, makanan, dan kebiasaan yang saya pilih. Semoga membantu untuk kamu yang ingin memulai hari pertama untuk hidup sehat.
Disclaimer: apa yang baik untuk saya, belum tentu baik untuk kamu. Pastikan sebelum melakukan apapun, berkonsultasi lah dengan ahlinya (gizi, pelatih, atau dokter). Semoga kamu mendapatkan pola paling cocok untuk gaya hidup sehat yang kamu harapkan.
Ini akan menjadi section paling klise. Karena saya yakin kita semua tahu kalau yang namanya tekat kuat bisa jadi bahan bakar utama yang membuat semua tetap menyala.
Di kasus saya niat awalnya nggak muluk-muluk: saya cuma pengin bisa makan enak lebih sering, jalan lebih jauh, duduk lebih lama, bebas pakai baju apa saja, dan (oh tentu saja) sex yang lebih heboh.
Saya memulai gaya hidup lebih sehat di tahun 2021, tepat di usia 30 tahun. Usia yang menurut banyak orang jadi gerbang menuju tua.
Faktanya, setelah usia 30 tahun, masa otot akan menyusut 3 hingga 8 % setiap dekade. Saat menyusut, rangka tubuh perlu bekerja keras menopang tubuh kita. Dalam waktu lama, ini berpotensi menyebabkan pengeroposan (osteoporosis). Ketika tulang keropos, sendi-sendi di tubuh jadi gampang linu, bikin kita jadi malas gerak. Ketika malas gerak, lemak menumpuk. Ketika lemak menumpuk, fungsi organ tubuh melemah. Ujungnya? Komplikasi. Saya yakin kamu nggak ingin ini terjadi.
Saat angkat beban, jaringan otot kita jadi lebih kuat, dia akan menjaga rangka tubuh. Kalau rangka tubuh terjaga, kita jadi bisa lebih banyak gerak. Ketika banyak gerak, lemak menurun, organ tubuh berfungsi sesuai tugasnya.
Ujungnya? Semua fungsi tubuh optimal dan kita punya peluang untuk menjalani hidup lebih nikmat.
Ini habit yang saya bangun sebelum mulai workout selama satu tahun tanpa gym:
Tidur itu sistemnya seperti berhutang. Saat tidur malam kita kurang, maka kita harus cicil di siang hari. Padahal kita semua tahu, tidur malam dan siang punya kualitas yang berbeda.
Saat kita begadang, dan tidur kita gagal dilunasi di kemudian hari, maka hutang tidur kita menumpuk. Saat ini terjadi tubuh kita yang akan melunasinya. Rasa kantuk ditukar dengan rasa lelah di seluruh tubuh. Ini yang dinamakan sleep deprivation.
Mulai lah untuk terbiasa tidur paling larut pukul 10.00 PM dan bangun pukul 05.00 AM.
Susah? Artinya kamu belum siap. Tutup halaman ini dan baca lagi setelah kamu siap suatu saat nanti!
Ketika kita ada di fitness level yang rendah, sebaiknya mulai dari aktivitas yang paling mudah. Ada dua aktivitas ringan yang saya suka: jalan kaki dan membersihkan rumah.
Kenapa jalan kaki?
Jalan kaki 30–60 menit per hari akan membantu kita mempersiapkan tubuh untuk aktivitas olahraga yang lebih intens. Sambil jalan, kita bisa menata perasaan dan pikiran.
Kenapa membersihkan rumah?
Kalau jalan baik untuk mempersiapkan fisik, membersihkan rumah baik untuk mempersiapkan kondisi mental. Ruangan yang kotor dan berbedu bisa jadi simtom rasa tidak bahagia atau bahkan sebuah kondisi penyakit mental tertentu.
Dalam ajaran Japanese Buddhism, diri kita dan lingkungan adalah sebuah kesatuan. Menjaga lingkungan tertata rapi sama saja seperti menata diri kita sendiri.
Ini adalah konsep yang saya gunakan untuk membangun kedisiplinan. Kedisiplinan jadi satu modal penting untuk kita menjaga konsistensi dalam menata ulang gaya hidup sehat yang kita inginkan.
21/90 rules, ini adalah konsep untuk membangun habit, bahkan gaya hidup.
Caranya? Lakukan sesuatu selama 21 hari berturut-turut, maka kamu akan membangun habit. Lanjutkan sampai 90 hari, maka itu akan menjadi gaya hidup baru. Uniknya, untuk menghapus gaya hidup yang sudah dibentuk membutuhkan waktu yang sama, dan bisa jadi sama sulitnya.
Menyelesaikan 3 poin ini akan membantu kamu lebih siap untuk masuk ke fitness journey yang lebih intens.
Sudah siap?
Apakah workout harus dilakukan di gym?
Nggak!
Selama satu tahun, saya memulai semuanya dari rumah, hanya mengandalkan berat badan. Setelah beberapa bulan, saya mulai menggunakan satu dumbell butut yang tulisannya sih 5kg (tapi saya nggak yakin). Yah, gimana lagi, adanya cuma itu.

Saat memulai olahraga di rumah, saya membagi gerakan menjadi 4 menu: Full body, lower body, core, dan upper body. Kamu bisa googling sendiri lah ya cara melakukan masing-masing gerakan ini. Luangkan waktu sehari 10 menit untuk memahami bagaimana gerakan dilakukan, dan bagian tubuh mana yang mendapatkan manfaat dari gerakan tersebut.
- Running in place
- High Knees
- Butt Kicker
- Walkout push up
- Mount climber
- Shoulder tap
- Burpees
- Lateral kick through
- Jumping jack
- Punches
- Blast off plank + shoulder tap
- Push up
- Tricep dip
- Full plank
- Bicep
- Tricep
- Side dumbell
- Row dumbell
- High Knees
- Lunges
- Fire hydrant
- Flutter kick
- Skaters hops
- Jump squat
- Single leg glute bridge
- Runners crunch
- Jump jack
- Sit up
- Flutter kick
- Mount climber
- Full plank
- Plank
- Side plank
- Reverse crunch
- Toe touch crunch
- Bicycle crunch
Cara menggunakan list di atas:
Kalau kamu mulai semua dengan membangun 3 habits tadi (istirahat tertata, disiplin, dan konsisten), rasa pegal, lelah, dan ngos-ngosan yang kamu rasakan saat mulai workout akan digantikan dengan rasa ingin menjaga apa yang sudah susah payah kamu mulai.
Nggak percaya? Coba aja!
Rasanya seperti di dalam adegan film Groundhog Day (maaf referensinya tua), setiap hari hanya begitu-begitu saja. Postur badan saya membaik, stamina saya meningkat, lingkar pinggang mulai menyusut. Tapi sayang, rasa bosan saat workout sendirian di rumah makin hari makin tidak tertahankan. Itu yang menjadi alasan kenapa saya memutuskan untuk berlangganan gym di bulan Desember tahun 2022 lalu.
Saat akan berlangganan gym, ada beberapa hal yang jadi kekhawatiran saya:
Dua-duanya karena ketidaktahuan. Ok, artinya saya harus belajar. YouTube to the rescue!
Selama satu bulan penuh saya berusaha memahami bagaimana orang-orang di gym memilih alat. Bagaimana mereka tahu hari apa harus latihan apa. Bagaimana mereka mengatur berapa kali alat diayunkan. Bagaimana mereka tahu, berat seperti apa yang harusnya diangkat.
Anjir, banyak juga yang dipelajari.
Itu kata saya dalam hati saat mulai menonton video referensi di YouTube. Tapi tenang, untuk kamu, saya sudah buatkan rangkuman apa yang sebaiknya mulai diperhatikan dan dilakukan saat pertama kali menginjakkan kaki ke tempat yang penuh testosteron ini.
Kesalahan pertama saya di gym adalah sok-sokan angkat dumbell berat. Yang akhirnya bagian punggung kiri saya bunyi "klok", diikuti dengan rasa nyeri, dan lemas. Benar-benar langsung tidak berdaya. Saya butuh waktu kurang lebih 2 bulan untuk kembali bisa melakukan gerakan yang sama.
Saat cedera, kamu tidak akan bisa latihan dengan normal, pertumbuhan ototmu melambat. Tentu kamu nggak mau hal itu, kan? Ada baiknya memang mengajak teman yang sudah lebih dulu terbiasa berlatih di gym.
Ini tiga kata yang perlu kamu kenal pertama kali saat mau mulai gym. Set adalah rangkaian 1 gerakan yang diulang sebanyak "n" kali. Sedangkan reps adalah jumlah repetisi gerakan dalam satu set. Untuk rest adalah jeda istirahat sebelum kita mulai set selanjutnya.
Misal: Shoulder Press 4 sets masing-masing 12 reps, rest 30 detik, artinya kita akan melakukan gerakan Shoulder Press 12 kali/set, sebanyak 4 sets, dengan waktu istirahat 30 detik di setiap set.
Bayangkan tubuh kita terbagi jadi beberapa bagian. Ada bagian besar: otot dada (chest), otot punggung (back), otot tangan (arm), otot perut (abdominal), otot kaki (legs), dan otot bahu (shoulders). Ada juga bagian otot kecil, ini tuh bagian-bagian spesifik dari otot besar, yang nanti seiring berjalannya waktu kamu akan kenal dengan sendirinya. Tugas kita adalah melatih setiap bagian dari otot tubuh.
Bingung harus mulai latih yang mana?
Jangan khawatir! Di fase awal saran saya kamu bisa mulai dengan pembagian gerakan yang dikenal dengan nama Push, Pull, Legs (PPL).
Gerakan ramah pemula. Saya sendiri menggunakan ini selama hampir 8 bulan. Kenapa ini efektif untuk pemula? Karena setiap rangkaian gerakan akan menargetkan beberapa otot besar dalam hari yang sama. Kita juga akan bagi menjadi sets A dan B yang akan membuat kita tidak cepat merasa bosan.
Saran saya, setiap kali sebelum latihan di gym, kamu coba terlebih dahulu memahami setiap nama-nama gerakan ini. Memang ada banyak nama yang asing, tapi lama kelamaan polanya mudah dihafal, kok.

- Dumbell Bench Press | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Shoulder Press | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Lateral Raise | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Tricep Extension | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Rope Pushdown | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Push-up | 3 sets | until fail | 30s rest
- Conventional Deadlift | 4 sets | 6-8 reps | 1m rest
- Wide Grip Pulldown | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Barbell Row | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Hammer Curls | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Straight Arm Pull Down | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Sit-up | 3 sets | until fail | 30s rest
- Back Squat | 4 sets | 6-8 reps | 1m rest
- Leg Press | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Dumbell Lunges | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Dumbell Sumo Squat | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Calf Raises | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Plank | 3 sets | until fail | 30s rest
- Incline Dumbell Press | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Chest Fly | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Front Raise | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Hip Hugger | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Tricep Dip | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Diamond Push-up | 3 sets | until fail | 30s rest
- Romanian Deadlift | 4 sets | 10 reps | 30 rest
- Narrow Grip Pulldown | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Seated Row | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Ez Bar Curl | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Barbell Shrugs | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Back Extension | 4 sets | 15 reps | 30s rest
- Reverse Lunges | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Goblet Squat | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Leg Extension | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Hamstring Curl | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Dumbell Step-up | 4 sets | 10 reps | 30s rest
- Plank | 3 sets | until fail | 30s rest
Saya terbiasa melakukan 4 sets dalam satu gerakan. Tidak semua set harus menggunakan beban yang sama.
Set 1: Gunakan 50% beban maksimal
Set 2: Gunakan 80% beban maksimal
Set 3: Gunakan 100% beban maksimal
Set 4: Gunakan 100% beban maksimal
Saya juga punya rule of thumb untuk mengetahui berapa beban maksimal kita:
Temukan sendiri beban yang mampu kamu angkat. Biasanya beban ideal akan terasa berat di 2 reps terakhir (rep ke-9 dan ke-10). Ini tidak berlaku kalau kita latihan power ya (squat, deadlift, dan bench press).
Setiap orang punya tujuan kesehatan yang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, cardio merupakan kewajiban. Tapi buat saya pribadi, saya hanya cardio 20 menit dalam satu pekan.
Kalau kamu bertujuan untuk fat loss yang lebih cepat, mengkombinasikan cardio dengan angkat beban bisa jadi efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Tentunya dengan menjaga pola makan juga, ya!
Oh ya, sebaiknya lakukan cardio setelah sesi workout utama. Sebab, melakukan cardio di awal bisa memicu kelelahan dan akan cenderung sulit menyelesaikan setiap set di workout utama.
Bulking, cutting dan maintaining merupakan sebuah fase ketika seseorang sedang menjalani pola diet. Ini berkaitan dengan jumlah konsumsi kalori harian.
Saya sendiri lebih suka juggling antara cutting dan maintaining. Ini membantu saya mengeliminasi makanan-makanan yang terlalu "jahat" dan fokus ke makanan yang nutrisinya saya butuhkan.
Selain paham asupan kalori harian, penting juga untuk mengenal yang namanya makronutrisi (protein, lemak dan karbohidrat). Sebab, seringnya kita hanya fokus sama jumlah kalori tanpa peduli nutrisi yang kita dapat.
Saat fokus untuk menambah masa otot, artinya kita perlu meningkatkan konsumsi protein. Sumber favorit saya: dada ayam, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Untuk karbohidrat saya paling suka dari umbi-umbian. Sementara itu kita juga tetap harus menjaga asupan lemak dari sumber yang baik, seperti alpukat misalnya.
Oh ya, selain makronutrisi penting juga untuk menjaga konsumsi serat dan antioksidan, biasanya saya dapatkan ini dari buah dan sayur. Selain itu konsumsi juga makanan kaya probiotik, sumber favorit saya: yogurt dan tape singkong.
Untuk yang satu ini saya ceritakan kapan-kapan saja, ya. Siapa tahu ada brand suplemen yang mau endorse, biar bisa saya taruh di sini. Hihi.
AC ruangan kamar saya rusak.
Saya menghubungi tukang servis elektronik langganan.
AC dibawa untuk diperiksa.
Sehari setelah diperiksa, saya ditawari untuk tukar tambah AC lain saja.
“Tambah berapa?” Kata saya.
Tujuh Ratus Ribu Rupiah.
Murah. Pikir saya.
Tapi tunggu dulu.
“Sebelum tukar tambah, boleh diusahakan AC saya dibetulkan?" Saya suka sama modelnya.
Tiga hari berlalu.
“AC-nya rusak parah.” Katanya.
Sudah dia cari, katanya nggak ketemu rusaknya sebelah mana.
“Saya habis freon banyak ini untuk coba betulkan. Saya nyerah, terserah barangnya mau diapakan!”
Saya ingat, kemarin ditawari untuk tukar tambah AC. Saya tanyakan apakah penawarannya masih berlaku?
“Masih. Barangnya bagus,” katanya.
Saya percaya.. Tapi karena AC saya rusak parah, harga yang saya bayar jadi dua kali lipat.
“Yaudah nggak apa-apa. Tapi digaransi ya.” Minta saya.
Dipasang lah itu AC.
Transaksi selesai.
AC dari tukar tambah saya nyalakan.
Suaranya seperti helikopter.
Weng, weng, weng, weng, weng.
Rasanya sampai bisa bikin mual.
Saya hubungi kembali si tukang servis elektronik.
“Oh iya, tadi ada yang saya ganjal. Saya lupa bawa baut. Besok saya betulkan.” Kata dia seenaknya setelah saya komplain.
Kenapa nggak bilang dari awal sih. Apa jadinya kalau saya menerima begitu saja dan nggak komplain?
Ini masih belum bicara tentang ada fitur swing yang tidak bekerja.
Si anjing. Kayaknya dikerjain sih ini. Kata saya dalam hati.
Tanpa pakai lama, saya langsung hubungi dia lagi.
“Besok AC dicopot saja, kembalikan uang saya. Kalau ada biaya bongkar pasang, silahkan dihitung.”
Jeda dua hari, proses pembongkaran dilakukan.
Uang saya kembali, tapi hanya Sembilan Ratus Ribu Rupiah.
Sisanya ke mana?
Anggap saja untuk membayar karakter orang ini.
Ok. Saya nggak mau pakai jasa dia lagi.