How to Read a Person Like a Book

Gerard I. Nierenberg , Henry H. Calero

Sadar atau tidak, tubuh kita adalah penyampai informasi paling jujur. Sekalipun di mulut kita berbohong, gestur tubuh kita akan tetap menyampaikan informasi sebenarnya. Tentu kita perlu menjadi lebih peka untuk menangkap informasi tersebut. Begitu lah kurang lebih outline dari buku ke-2 yang saya baca di tahun 2024 ini.

Dulu waktu di bangku kuliah, buku-buku seperti ini sering saya sepelekan. Ah, masa iya. Paling akal-akalan. Begitu pikir saya. Tapi setelah ketemu banyak orang dengan sifat yang beragam, kok rasanya buku seperti ini malah yang menyelamatkan saya saat berinteraksi di kondisi-kondisi yang cukup random.

Kalau kamu tertarik membaca buku ini, saran saya jangan pinjam, tapi mending beli sekalian. Karena buku seperti ini hanya akan terasa semakin bermanfaat jika dibaca berulang kali. Lagi pula bukunya tipis dan ukurannya kecil. Jadi kamu bisa bawa ini ke manapun kamu pergi.

Yang Saya Pelajari dari Buku Ini

Secara umum, saya merasa informasi yang ada di dalam buku ini terasa seperti sebuah common sense belaka. Tapi buat saya kadang sesuatu yang umum justru seringnya terlewatkan begitu saja. Biasanya karena kita merasa ya sudah tahu, terus?

Misalnya, ketika sedang berbicara ternyata lawan bicara kita menyilangkan kedua tangan di depan dada. Bisa jadi artinya ia punya tendensi untuk menolak gagasan yang kita miliki.

Contoh lain seperti saat dua orang wanita bertemu, dan mereka berpegangan dua tangan satu sama lain. Ini mengindikasikan bahwa salah satu wanita sedang bersimpati dengan kondisi wanita lainnya.

Meskipun begitu, justru hal tersebut lah yang saya senangi dari buku ini. Sebuah kesempatan untuk mempelajari ulang secara ringan tentang apa yang saya rasa sudah saya ketahui.

Saya akan sarankan kamu untuk membawa buku ini dan dibaca berkali-kali di sela-sela waktu menunggu. Bukan buku yang berisi informasi serius untuk pengembangan diri. Tapi bisa jadi ini adalah buku yang bermanfaat di kondisi yang mungkin akan kamu temui di masa yang akan datang. Misal kamu ingin negosiasi naik gaji, berkenalan dengan seseorang, atau sesimpel meminta ijin ke seseorang untuk menyela antrian.

Personal Rate: 3.5 of 5